Tragedi Ponsel esia-Huawei
Sudah lama saya tidak menoreskan pikiran ini disini. Kali ini saya akan bercerita tentang pengalaman saya beberapa hari yang lalu ketika membeli ponsel yang baru. Saya akan mencoba menceritakannya dengan menggunakan bahasa indonesia yang baik, tapi belum tentu benar.
Ceritanya dimulai dengan permasalahan ponsel saya yang terdahulu. Dia sudah tidak dapat digunakan lagi semenjak layarnya yang tidak menampilkan gambar lagi, alias blank. Walhasil hal tersebut membuat saya untuk memutuskan menggantikannya dengan yang baru.
Rencananya akan membelinya pada saat jalan-jalan dengan teman saya, namun ternyata jalan-jalan tersebut tidak jadi. Lalu saya meminta salah seorang teman saya yang lain untuk menemani saya ke BEC. Karena berangkatnya sudah sedikit malam, akibatnya sesampai di BEC waktu saya tinggal sedikit untuk membeli ponsel yang saya inginkan. Awalnya saya ingin membeli ponsel "Hepi", namun ketika ditanyakan ke counter ponsel yang terdekat dengan pintu masuk, harga ponsel tersebut jauh dari harga promosinya. Ketika saya hendak ke counter "hepi" resmi, namun ternyata telah tutup walaupun waktu masih menunjukkan pukul 20.30 wib lebih sedikit.
Singkat cerita, saya kahirnya membeli ponsel "esia ngoceh" di salah satu counter di BEC tersebut. Dengan beralasan kotaknya masih disegel, maka saya tidak dapat memeriksa ponsel tersebut disana untuk menghindari kerusakan.
Setibanya saya di kosan, ponsel tersebut langsung saya gunakan dan benar saja, ternyata ponsel tersebut memiliki kerusakan pada speaker-nya. Dengan sedikit jengkel, saya pun meniatkan diri untuk pergi ke tempat servis ponsel tersebut, berharap agar ponsel saya tersebut dapat langsung diganti.
Keesokan harinya, saya berangkat menuju ke tempat servis ponsel tersebut. Namun apa yang saya harapkan tidak lah sesuai, bahkan bisa dikatakan tidak memuaskan. Bayangkan saja, banyak keganjilan yang saya temukan pada tempat servis tersbut. Pertama tempatnya bukan tempat servis khusus ponsel tersebut, akan tetapi tempat tersebut merupakan salah satu grapari-nya Telkomsel. Kemudian, pelayanannya tidak profesional, tidak ada penggantian ponsel yang rusak walaupun masih dalam garansi, namun hanya menerima servis ponsel dengan gratis selama masa garansi dan masih banyak keganjilan lainnya yang malas saya sebutkan satu-persatu.
Dengan perasaan jengkel saya kembali ke BEC bersama teman saya yang sama untuk menukarkan ponsel tersebut ke counter asalnya. Tetapi walaupun akhirnya ponsel saya diganti dengan yang baru lagi, saya mesti menunggunya hingga lebih dari 1,5 jam. Bayangkan saja ketidaknyamanannya. Sebelum saya menukarkan ponsel tersebut, saya juga menyempatkan diri untuk mengajukan kompalin ke counter resmi esia. Disana saya diberikan penjelasan dengan sangat baik, apalagi costumer service-nya cantik dan manis.
Pelajaran yang bisa diambil dari pengalaman saya ini:
- Jangan pernah membeli ponsel selain di counter resminya. Selain ponsel yang ada beli terjamin kualitasnya, juga harga ponsel tersebut akan sesuai dengan harga promosinya.
- Bagaimanapun caranya periksa dulu barang yang akan anda beli, sekali pun barang tersebut masih dalam keadaan disegel. Namun, anda juga harus berkomitmen untuk tetap membeli produk tersebut jika ternyata tidak ada kesalahan.
- Jika ada permasalahan dengan ponsel anda, terlebih dahulu hubungi lah costumer service melalui ponsel anda. Jika memang dibutuhkan, anda dapat pergi ke tempat servis yang resmi. Namun sekali lagi, pasti kan dulu via telepon, karena akan lebih menghemat tenaga dan waktu anda.
- Hati-hati membeli produk HUAWEI, karena pelayanan servis-nya SANGAT TIDAK MEMUASKAN. Bayangkan saja, penjaganya saja tidak tahu servis ponsel anda akan selesai berapa lama. Hanya karena barangnya tidak ada ditempat dan masih dipesan, akan tetapi TIDAK TAHU kapan barang tesebut ada.
- Jangan pergi sendirian ketika anda sedang membeli sesuatu dengan harga mahal, karena dengan adanya teman anda akan lebih terbantu.
Maaf saja jika postingan saya ini menyinggung beberapa pihak, karena ini saya cerikan dengan apa adanya dan berharap bagi yang membaca postingan ini tidak mengalami hal yang serupa.

Comments